Termotivasi Pada


Orang-orang sukses cenderung memiliki beberapa sifat yang sama. Biasanya, karena mereka tahu bagaimana memotivasi diri mereka sendiri dan tetap terus termotivasi.

Berikut adalah 7 tips motivasi singkat yang direkomendasikan para ahli:

1. LAKUKAN SAJA!
Seperti jargon salah satu perusahaan produsen pakaian olahraga terkenal, “Just do it!” yang berarti “Lakukan Saja!” lalu menunggu hingga motivasi muncul kemudian. Seringkali ketika Anda memulai tugas atau tantangan baru, yang terbaik adalah dengan segera memulainya. Anda akan menyadari bahwa seiring dengan apa yang Anda lakukan, motivasi Anda untuk terus melakukan dan menyelesaikan tugas tersebut akan menjadi lebih kuat dan semakin kuat.

2. BAGI DALAM TUGAS-TUGAS KECIL
Jika tantangan yang akan dilakukan terlalu sulit dilakukan, orang sering menunda-nunda dan hal inilah yang menyebabkan hilangnya motivasi. Uraikan pekerjaan dalam beberapa tugas sederhana yang lebih mudah untuk dilakukan. Selesaikan tugas tersebut satu per satu dan Anda akan segera melihat sudah sejauh mana kemajuan yang Anda capai.

3. BERSYUKURLAH DENGAN APA YANG ANDA MILIKI
Ketika semangat Anda mulai luntur, luangkan waktu selama 10 menit untuk merenungkan apa yang sudah Anda miliki. Kita tidak membicarakan mengenai mobil teranyar tapi lebih mengenai banyak hal yang sering kita anggap remeh dalam kehidupan kita; suami/istri yang penuh kasih atau bahkan makanan panas di atas meja pada penghujung hari. Biarkan hal-hal sederhana seperti ini menjadi motivasi Anda untuk mencapai impian Anda sendiri.

4. SELALU TERINSPIRASI OLEH ORANG LAIN – TERUTAMA KELUARGA ANDA
Sangat mudah untuk mengingat orang-orang terkenal dan menarik beberapa hal dari mereka yang dapat menginspirasi kita. Padahal, orang-orang terdekat kitalah sebenarnya yang menjadi inspirasi terbesar kita. Jadi, lakukan ini; habiskan waktu selama lima menit untuk melihat betapa nyenyaknya tidur anak Anda dan visualisasikan apa yang akan terjadi dengan hidup mereka (dan Anda) saat Anda berhasil mencapai tujuan Anda. Hal ini benar-benar dapat memotivasi dan akan mendorong Anda untuk mencoba lebih keras dari sebelumnya.

5. MEMBANDINGKAN DIRI ANDA SENDIRI
Jangan membandingkan diri Anda dengan orang lain. Semua orang melakukan berbagai hal dengan cara yang berbeda, karena itu membandingkan diri Anda dengan sesama rekan Anda sangatlah sia-sia. Bandingkan diri Anda dengan diri Anda sendiri, hal ini dapat Anda lakukan dengan menyadari di mana saya memulainya saat ini. Pantau terus kemajuan Anda – tetap termotivasi – dan terus lakukan.

6. INGAT ‘MENGAPA’
Kunci agar tetap termotivasi adalah dengan selalu mengingat MENGAPA! Mengapa saya melakukan ini? Jika Anda mau, tuliskan alasan yang memotivasi Anda dan lihat lagi alasan tersebut saat Anda membutuhkan lebih banyak dorongan.

7. BERISTIRAHAT SEJENAK
Bahkan orang-orang yang paling dinamis sekalipun butuh istirahat sesekali begitu juga dengan Anda. Luangkan waktu sejenak untuk beristirahat dari apa yang Anda lakukan sehingga Anda dapat memompa kembali semangat Anda. Hal ini bukanlah penurunan motivasi – hanya mengambil ‘jeda’ waktu sampai Anda siap untuk melanjutkannya kembali.

Salam Hangat

Advertisements

Naik Pangkat dan Naik Gaji


Pengetahuan bukanlah kekuatan…. Pengetahuan yang dipraktekan itulah KEKUATAN  (Bruce Lee)

Menjadi karyawan atau pengusaha, selama Anda memberikan nilai tambah maka tentunya pendapatan akan terus mengejar kemanapun Anda berada.

Saya secara pribadi pernah bekerja delapan tahun di sebuah Bank Swasta Terbesar di Indonesia, dari tahun 1992-2000. Mulai masuk bekerja sebagai Kader Pemimpin. Belajar terlebih dahulu selama 15 bulan. Setiap minggu ulangan, setiap 3 bulan ujian seperti ujian skripsi. Tidak lulus boleh mengulang sekali. kalau masih belum berhasil, akan dikeluarkan dari kader kepemimpinan.

Ternyata setelah lulus kader kepemimpinan, karir saya termasuk sangat cepat. Hanya dalam waktu 21 bulan setelah lulus DP, saya diangkat menjadi Wakil Pemimpin Kantor Cabang Utama di Cabang kelas Wilayah (Cabang Besar). Sukses dua tahun sebagai Wakil, kemudian dipromosi menjadi Kepala Cabang Utama. Gaji juga mengalami lonjakan sangat besar, sekitar 1200 persen atau duabelas kali lipat dalam waktu 6,5 tahun berkarir. Dan pindah ke perusahaan baru dengan posisi wakil direktur, dengan gaji  3 kali lipat dari yang sudah naik duabelas kali.

Ini rahasia-nya:

  1. Bisa dipercaya.
  2. Punya nilai tambah.
  3. Berperilaku menyenangkan.
  4. Dikenal orang yang tepat dalam jumlah yang banyak.

Mari kita bahas satu persatu Rahasia di atas.

1. Bisa Dipercaya.

Tidak bisa dipercaya tidak ada karir! Selesai. Titik. Hal ini adalah syarat mutlak dalam berkarir. Kadang ujian bisa dipercaya atau tidak sangat tipis. Misal waktu saya menjadi wakil pemimpin, saya tidak tahu bahwa penggunaan telpon pribadi dimonitor oleh atasan saya. Untung saat itu setiap bulan saya minta print penggunaan telpon dengan kode password saya dan penggunaan interlokal pribadi saya keluarkan dan saya bayar pribadi. Saya baru tahu ketika wakil pemimpin yang lain marah-marah karena diminta membayar penggunaan telpon pribadi.

Juga anda tidak pernah tahu anda sedang di tes atau tidak oleh atasan anda. Contoh satu hari saya diminta oleh Wakil Presiden Direktur untuk mendatangi sebuah perusahaan, dan oleh pemilik perusahaan tersebut saya diberi amplop ucapan terima kasih dan tentu saja ini adalah hal terlarang di perusahaan saya, maka saya tolak. Eh sore harinya saya di telpon oleh Wapresdir yang merangkap Kepala Divisi HRD (sekaligus anak pemilik perusahaan!), diberi ucapan selamat bahwa saya lolos tes, dan siap untuk dipromosi jadi pemimpin cabang! Bisa terbayang bila saat itu saya tidak lolos tes. Tidak ada promosi. Tidak ada karir lagi. Masuk daftar black list. Tunjukkan anda bisa dipercaya dalam hal besar maupun hal kecil.

2. Punya Nilai Tambah.

Diakui atau tidak, sadar atau tidak, ketika kita berkarir, kita akan dibandingkan dengan rekan kita. Usahakan kita punya nilai tambah lebih dari orang lain. Caranya: Ambil tanggung jawab lebih, kerja ekstra. Dan yang terbaik adalah jadi yang Terbaik di Bidang yang sedang dimonitor, atau kita buat atasan mengetahui bidang yang kita terbaik.

Cara jadi yang terbaik;

  1. Secara sadar kita menentukan bahwa kita mau jadi yang terbaik.
  2. Alasan sangat kuat untuk menjadi yang terbaik, demi orang-orang yang kita cintai.
  3. Belajar dari yang Terbaik.

Ketika berkarir saya mendapatkan prestasi Hasil Audit Terbaik di Indonesia, Pertumbuhan Pemegang Kartu ATM Terbesar, Pertumbuhan Kartu Kredit Terbesar, Tingkat Mati Mesin ATM Terendah Seluruh Indonesia dll. Semua tercapai karena melakukan tiga hal di atas.

3. Berperilaku Menyenangkan.

Berarti kita sopan santun sesuai dengan budaya perusahaan, inisiatif menyelesaikan masalah tanpa disuruh, semangat, antusias, positif dan sadar 3 T dalam berbicara (Timing, Teknik, dan Tempatnya).

4. Dikenal Orang yang Tepat dalam Jumlah yang Banyak.

Percuma kalau kita hebat hanya dikenal oleh office boy. Pastikan atasan yang kompeten menaikan gaji, serta mempromosikan kita tahu kelebihan Anda. Satu hal lagi, pastikan yang tahu bukan hanya atasan kita langsung, juga atasan kita yang lain, bahkan atasan atau pemilik perusahaan lain.

Ikut organisasi, perkumpulan, asosiasi. Berani tampil, jadi pengurus, jadi ketua. Dulu saya aktif di Asosiasi Management Indonesia, bahkan sempat menjadi Ketua Umum hampir satu periode di kota Malang dan satu periode di kota Jakarta. Dengan kita dikenal banyak orang maka selain kita lebih dihargai di dalam perusahaan, kita juga dihargai di luar perusahaan.

Akhir kata, semoga artikel ini memberi strategi serta motivasi sehingga karir anda terjadi revolusi, naik pangkat dan naik gaji dengan cepat!

Salam Dahsyat Selalu!

Tung Desem Waringin

Ayahku Tukang Batu


AYAHKU TUKANG BATU

Action & Wisdom Motivation Training

“Wo ba ba shi jian zhu gong ren”

 

Alkisah, sebuah keluarga sederhana memiliki seorang putri yang menginjak remaja. Sang ayah bekerja sebagai tukang batu di sebuah perusahaan kontraktor besar di kota itu. Sayang, sang putri merasa malu dengan ayahnya. Jika ada yang bertanya tentang pekerjaan ayahnya, dia selalu menghindar dengan memberi jawaban yang tidak jujur. “Oh, ayahku bekerja sebagai petinggi di perusahaan kontraktor,” katanya, tanpa pernah menjawab bekerja sebagai apa.

Si putri lebih senang menyembunyikan keadaan yang sebenarnya. Ia sering berpura-pura menjadi anak dari seorang ayah yang bukan bekerja sebagai tukang batu. Melihat dan mendengar ulah anak semata wayangnya, sang ayah bersedih. Perkataan dan perbuatan anaknya yang tidak jujur dan mengingkari keadaan yang sebenarnya telah melukai hatinya.

Hubungan di antara mereka jadi tidak harmonis. Si putri lebih banyak menghindar jika bertemu dengan ayahnya. Ia lebih memilih mengurung diri di kamarnya yang kecil dan sibuk menyesali keadaan. “Sungguh Tuhan tidak adil kepadaku, memberiku ayah seorang tukang batu,” keluhnya dalam hati.

Melihat kelakuan putrinya, sang ayah memutuskan untuk melakukan sesuatu. Maka, suatu hari, si ayah mengajak putrinya berjalan berdua ke sebuah taman, tak jauh dari rumah mereka. Dengan setengah terpaksa, si putri mengikuti kehendak ayahnya.

Setelah sampai di taman, dengan raut penuh senyuman, si ayah berkata, “Anakku, ayah selama ini menghidupi dan membiayai sekolahmu dengan bekerja sebagai tukang batu. Walaupun hanya sebagai tukang batu, tetapi ayah adalah tukang batu yang baik, jujur, disiplin, dan jarang melakukan kesalahan. Ayah ingin menunjukkan sesuatu kepadamu, lihatlah gedung bersejarah yang ada di sana. Gedung itu bisa berdiri dengan megah dan indah karena ayah salah satu orang yang ikut membangun. Memang, nama ayah tidak tercatat di sana, tetapi keringat ayah ada di sana. Juga, berbagai bangunan indah lain di kota ini di mana ayah menjadi bagian tak terpisahkan dari gedung-gedung tersebut. Ayah bangga dan bersyukur bisa bekerja dengan baik hingga hari ini.”

Mendengar penuturan sang ayah, si putri terpana. Ia terdiam tak bisa berkata apa-apa. Sang ayah pun melanjutkan penuturannya, “Anakku, ayah juga ingin engkau merasakan kebanggaan yang sama dengan ayahmu. Sebab, tak peduli apa pun pekerjaan yang kita kerjakan, bila disertai dengan kejujuran, perasaan cinta dan tahu untuk apa itu semua, maka sepantasnya kita mensyukuri nikmat itu.”

Setelah mendengar semua penuturan sang ayah, si putri segera memeluk ayahnya. Sambil terisak, ia berkata, “Maafkan putri, Yah. Putri salah selama ini. Walaupun tukang batu, tetapi ternyata Ayah adalah seorang pekerja yang hebat. Putri bangga pada Ayah.” Mereka pun berpelukan dalam suasana penuh keharuan.

Pembaca yang budiman,

Begitu banyak orang yang tidak bisa menerima keadaan dirinya sendiri apa adanya. Entah itu masalah pekerjaaan, gelar, materi, kedudukan, dan lain sebagainya. Mereka merasa malu dan rendah diri atas apa yang ada, sehingga selalu berusaha menutupi dengan identitas dan keadaan yang dipalsukan.

Tetapi, justru karena itulah, bukan kebahagiaan yang dinikmati. Namun, setiap hari mereka hidup dalam keadaan was was, demi menutupi semua kepalsuan. Tentu, pola hidup seperti itu sangat melelahkan.

Maka, daripada hidup dalam kebahagiaaan yang semu, jauh lebih baik seperti tukang batu dalam kisah di atas. Walaupun hidup pas-pasan, ia memiliki kehormatan dan integritas sebagai manusia.

Sungguh, bisa menerima apa adanya kita hari ini adalah kebijaksanaan. Dan, mau berusaha memulai dari apa adanya kita hari ini dengan kejujuran dan kerja keras adalah keberanian!

 

Salam Sukses Luar Biasa!!!!

Andrie Wongso

Semua Butuh Proses


Dalam satu tandan pisang, tak semua buahnya matang secara serentak. Ada diantaranya yang masih berwarna hijau tua. Maka, sang petani ada kalanya harus menyimpannya kembali beberapa saat menunggu hingga matang semuanya.

Pisang yang telah matang dan pisang yang terlambat matang, kelak akan memiliki rasa yang sama yakni memiliki rasa pisang. Meskipun waktu untuk menjadi matang pada pisang berbeda-beda…

Begitulah kita..tak mungkin semuanya sama. Ada kalanya menurut ukuran kita, suatu masalah dapat diselesaikan hanya dengan beberapa menit saja. Tapi bagi orang lain belum tentu, ia butuh waktu untuk menyelesaikannya. Bahkan belum sampai pada kesempurnaan. Namun pada akhirnya, hasil yang didapatkan tetap dapat dirasakan.

Dalam hidup ini tak seorang pun sempurna pada bingkai kemampuannya. Karena di antara kita memang tidak sama dan serupa, kita dilahirkan berbeda, hidup di lingkungan berbeda, pada kondisi yang berbeda dan segala hal yang berbeda. Yang mesti diingat adalah bahwa setiap orang memiliki kesamaan keinginan dan memiliki hak yang sama dalam mendapat kesempatan, betapapun itu harus dipergilirkan. Karenanya, percuma saja memperdebatkan suatu ketidaksamaan, perbedaan, dan ketidakcocokan dengan orang lain, karena kita tak akan mendapat titik temu.

Sungguh tak ada yang sempurna di antara kita, maka janganlah rendah diri… Semua butuh proses menjadi yang lebih baik…..