Waspada Bahaya “SUPER BUG”


image

Bakteri super atau “Super Bug” merupakan bakteri yang resisten terhadap semua jenis antibiotik. Pertama kali bakteri super ditemukan pada tahun 2009 di New Delhi yang diberi nama NDM-1, karena enzim yang dihasilkannya membuatnya resisten terhadap semua jenis antibiotik.

Bakteri Super adalah salah satu bakteri yang sekarang sedang diperangi oleh dunia medis. Bakteri ini sudah menyebar ke beberapa negara terutama Inggris. Dalam dua tahun terakhir di sana sudah ada 37 pasien. Selain itu bakteri super ini juga ditemukan di Amerika Serikat dan Belanda (3 pasien dalam setahun terakhir).

Di Asia bakteri NDM-1 ini muncul di India, Pakistan dan Bangladesh. Penyebarannya yang cepat ke seluruh dunia menyebabkan 140 orang terinfeksi di kawasan Asia Selatan dan Eropa, membuatnya dijuluki ’”Super Bug”’. Meski penyebarannya belum ditemukan di Indonesia, namun sebaiknya Anda perlu waspada.

✔Pengaruh Antibiotik
Bakteri super ini timbul karena penggunaan obat antibiotik yang tidak benar. Banyak praktisi medis yang mendengungkan pentingnya pemakaian antibiotik secara rasional, hal ini bertujuan untuk mengurangi terjadinya resistensi. Sayangnya, banyak konsumen yang menggunakannya sesuai kebutuhan.

Contoh saat anak demam, pilek, atau batuk, masih banyak orang tua berharap antibiotik dapat menyembuhkan apa pun penyakit anaknya dengan segera. Padahal, tidak semua penyakit memerlukan antibiotik dan tidak semua bibit penyakit dapat dimusnahkan oleh antibiotik, seperti flu.

Antibiotik tidak dapat mematikan virus yang merupakan penyebab penyakit flu. Pada dasarnya, flu akan sembuh seiring meningkatnya sistem kekebalan tubuh. Namun, ada juga dokter yang dengan mudah meresepkan antibiotik untuk penyakit-penyakit yang disebabkan virus. Alasannya, stamina tubuh saat sakit sedang turun sehingga perlu diberikan antibiotik agar kuman lain tidak datang dan menyerang tubuh.

”Padahal, sejak lahir setiap anak memiliki sistem imunitas yang baik. Ketika penyakit datang, imunitas tubuh akan langsung menghalaunya,” ungkap dr. Purnamawati S. Pujiarto, Sp.A. (K), MMPed yang juga duta WHO Indonesia untuk penggunaan obat secara rasional.

Risiko penyebaran “Super Bug” ini bisa menjadi lebih besar jika pemberian antibiotik dilakukan berulang-ulang dan penggunaannya tidak rasional. Kondisi ini memungkinkan penyebarannya di Indonesia menjadi besar, karena banyak ditemukan obat antibiotik berat bisa didapat tanpa resep dokter.

Bakteri Super dapat menular dengan cepat pada orang sehat maupun orang sakit. Gejala awal terinfeksi superbug adalah infeksi saluran kencing, radang paru-paru dan infeksi perut. Resistensi bakteri ini terhadap berbagai obat antibiotik, membuat penanganannya agak sulit dan dalam kondisi parah bisa menyebabkan kematian.

Propolis Preventif Terbaik
Orang bijak berpesan lebih baik mencegah daripada mengobati. Oleh karena itu kita harus menjaga kesehatan dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh agar dapat terhindar dari serangan “Super Bug”. Beberapa cara yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh antara lain dengan cukup istirahat, berolahraga dan mengkonsumsi makanan sehat yang kaya akan nutrisi, dan menggunakan obat-obatan antibiotik dengan tidak berlebihan. Selain itu juga konsumsi suplemen untuk meningkatkan sistem kekebalan kita agar menjadi lebih baik.

image

Propolis Platinum merupakan suplemen yang akan membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda. Berasal dari ekstrak air liur lebah yang kaya akan senyawa resin yang dihasilkan oleh lebah dari pucuk tanaman dipadukan dengan air liurnya. Memiliki daya antibiotik alami karena mengandung senyawa aktif bioflavonoid.

Propolis Platinum berasal dari Brazil, negara dengan keanekaragaman hayati terbesar di dunia dan dalam proses ekstraksinya hanya menggunakan gas CO tanpa penambahan zat kimia lainnya, bebas dari kandungan alkohol dan mudah diserap dalam tubuh karena cair. Propolis Platinum kaya akan nutrisi, seperti vitamin, asam amino esensial, mineral yang diperlukan oleh tubuh dan senyawa antioksidan yang akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Senyawa bioflavonoid yang terkandung dalam Propolis Platinum dapat mengaktifkan sistem makrofag, sel yang dihasilkan oleh jaringan dalam darah yang menjaga sistem imunitas dengan melawan bakteri atau virus yang masuk ke dalam tubuh kita. Propolis Platinum bekerja dalam tubuh dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh, melawan bakteri jahat dan menjaga bakteri baik dalam tubuh.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan di universitas di Eropa, propolis yang berasal dari Brazil memiliki khasiat sebagai antibakteri yang lebih kuat dibanding dari propolis yang berasal dari Australia dan China (Aga et.al 1998). Selain itu kandungan bioflavonoidnya berperan aktif dalam mematikan semua jenis bakteri yang merugikan tubuh manusia.

Propolis juga bekerja menghentikan aktivitas virus pada kelenjar ludah, termasuk virus tipe A dan tipe B yang menyebabkan flu, infeksi saluran pernapasan atas, corona virus, dan jenis-jenis virus lainnya. Sifat virus yang tidak bisa mati dan merupakan zat asing bagi tubuh membuat Anda harus meningkatkan sistem pertahanan tubuh melawan virus, agar tetap sehat.

Propolis Platinum aman digunakan saat sehat maupun sakit. Untuk melindungi tubuh dari serangan mikroorganisme dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh, terutama serangan “Super Bug” yang sekarang sedang mendunia dan mengancam kesehatan. Propolis juga akan membantu mengurangi resiko penggunaan antibiotik yang tidak rasional dengan mencegah terjadinya efek samping akan resistensi.

Jadikan Propolis Platinum sebagai antibiotik alami yang menjaga kesehatan Anda.

Dapatkan informasi selengkapnya mengenai Propolis Platinum di DISINI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s