Prospek Tidak memiliki modal, ini solusinya


image

Hallo Kawan🙂

Hari ini saya mendapatkan pertanyaan dari seorang teman baru saya di facebook. Seperti biasa saya akan membagikannya kepada Anda.

Begini pertanyaannya “Pak, apa yang akan Anda katakan kepada prospek yang tidak memiliki modal untuk bergabung, apakah Anda memiliki solusinya agar prospek bisa bergabung dengan Anda?”

Kawan, Anda sering mendapatkan pertanyaan yang sama seperti yang teman saya tanyakan tersebut?

Seperti yang Anda tahu, bahwa manusia digerakan oleh kuasa kembar didalam setiap keputusan apapun yaitu kepedihan dan kenikmatan. Bahwa kita bertindak untuk menghindari rasa sakit atau memperoleh kenikmatan. Mengapa kita menunda suatu tindakan yang logika kita mengatakan itu akan membuat kita lebih baik? misalnya berhenti merokok, atau mulai membangun bisnis.Itu dikarenakan pikiran kita mengaitkan bahwa bertindak saat itu akan lebih menyakitkan dibanding mewujudkannya atau mengaitkan dengan menunda akan memperoleh kenikmatan saat itu.

Manusia membuat keputusan berdasarkan emosi atau perasaan yang mereka kaitkan dengan kepedihan ataupun kenikmatan, lalu berusaha menguatkanya dengan logika.

“Jika saya bergabung saya tahu ini peluang yang bagus, tapi…saya tidak punya modal”

Yang sebenarnya mereka katakan adalah mereka mengaitkan kepedihan yang luar biasa jika harus misal mengeluarkan uang tabungan mereka, mengurangi jatah belanja, menjual perhiasan untuk modal, takut tidak mendapat pinjaman dll. Jadi menunda untuk bergabung memberikan mereka kenikmatan saat itu.

Karena jika mereka membuat keputusan dengan logika, bisnis MLM dengan sedemikian besar peluang yang dimilikinya tidak menuntut mereka mengeluarkan modal besar, karena di hari yang sama modal mereka kembali dalam wujud produk dan bonus berupa sistem atau alat-alat pendukung untuk mengembangkan bisnis ini.

Jelas sekali bahwa kita memutuskan sesuatu dengan emosi lalu berusaha membenarkannya dengan logika.

Contoh lain:

Ketika kita diminta untuk mengeluarkan modal 30 juta untuk membangun bisnis dalam minggu ini, kebanyakan kita akan mengatakan kita tidak sanggup.

Tapi bagaimana jika kita harus mengeluarkan uang 50 juta besok untuk membayar biaya rumah sakit, orang yang kita cintai. Jika tidak, rumah sakit tidak bisa melanjutkan proses misalnya operasi.

Logikanya dengan 30 juta kita tidak kehilangan uang karena itu untuk modal usaha, tapi 50 juta kita akan bayarkan untuk rumah sakit, tidak akan kembali dan bukan jaminan keberhasilan. Mengapa kita katakan tidak sanggup? Itu karena kenikmatan ataupun kepedihan yang kita kaitkan dengan berbagai keputusan yang kita ambil.

Jadi solusinya sebenarnya mudah.

Prospek harus mengetahui kenikmatan apa yang mereka dapatkan jika mereka bergabung atau kepedihan apa jika tidak bergabung, yang semua alasan itu, baik kepedihan ataupun kenikmatannya lebih besar dari jika menunda.

Karena manusia memiliki kemampuan sangat besar ketika benar-benar membuat keputusan. Ketika manusia membuat keputusan untuk melewati tembok, mereka bisa menghancurkannya, atau memanjatnya atau menggali terowongan di bawahnya.

Untuk Sukses Anda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s