Diabetes Anak


image

KOMPAS.com – Diabetes merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling serius di abad ini. Bukan hanya orang dewasa, anak-anak pun tak luput dari penyakit diabetes. Bahkan, jumlah kasusnya di Indonesia naik sampai 500 persen dalam tiga tahun terakhir.

Jumlah anak yang menderita diabetes tipe 1 pada tahun 1999 di RS Cipto Mangunkusomo Jakarta hanya 41 pasien. Kemudian pada tahun 2001 hanya ditemukan 64 pasien dari 7 rumah sakit di Indonesia. Menurut ahli endokrinologi anak, dr. Aman Pulungan Sp.A (K), sedikitnya data pasien tersebut bukan karena pasiennya tidak ada tetapi karena kita tidak memiliki sistem pendataan.

Menurut pendataan yang dilakukan oleh tim dokter anak endokrinologi sejak tahun 2009, terjadi peningkatan sampai lima kali lipat dari 156 pasien menjadi 816 pasien sampai dengan Oktober 2012. “Data ini menunjukkan apakah kejadian diabetes tipe 1 mengalami ledakan atau selama ini orang Indonesia tidak tahu tentang penyakit ini,” kata Aman yang juga Presiden Asia Pacific Pediatric Endocrine Society dalam acara media edukasi mengenai Diabetes pada Anak yang diadakan oleh PT. Roche di Jakarta, Rabu (7/11/12).

Sementara itu menurut Titi Sari Renowati dari Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI, data pasien diabetes tipe 1 yang pernah dirawat inap di tahun 2010 ada 1956 pasien, turun dari tahun 2009 yang mencapai 2880 pasien. Dijelaskan oleh Aman, diabetes tipe 1 merupakan penyakit autoimun yang menyebabkan kerusakan pankreas sehingga tidak dapat memproduksi insulin. Karena itu anak harus mendapatkan suntikan insulin seumur hidupnya.

Gejala diabetes tipe 1 tidak begitu jelas dan baru diketahui pada tahap lanjut. Dengan deteksi dini dan pengelolaan penyakit yang tepat, anak dengan diabetes bisa hidup sehat dan normal.

Solusi Herbal:

  1. Rutinkan minum Gamat Emulsion 3x 1 tutup botol sehari, untuk regenerasi sel pankreas.
  2. Rutinkan minum K-Epicor 2x 1 kapsul sehari, untuk seimbangkan kekebalan tubuh.
  3. Rutinkan minum Spirulina 1x 1 sachet sehari, untuk bantu menurunkan kadar gula.

Pencegahan lebih murah dari pengobatan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s