Sukses Berbisnis MLM Bukan Impian


Surabaya – Hidup berkecukupan, bebas waktu dan finansial adalah impian semua orang. Namun impian itu tidaklah turun gratis dari langit untuk menjadi kenyataan. Perlu semangat dan kerja keras untuk mewujudkannya. Itulah yang dilakukan oleh Hj. Zhery Mulyati, Executive Leaders Club K-Link Indonesia.

Masa kecil wanita kelahiran Palembang 24 Oktober 1956 ini terbilang berkecukupan. Ayahnya adalah seorang pejabat di sebuah instansi pemerintah. Di masa sekolah, ia  pun aktif di kegiatan-kegiatan yang bersifat ekstrakulikuler. Kegiatan inilah yang membuahkan sifat kepemimpinan dan mampu bekerja sama sampai saat ini.

Zhery sempat mengenyam dunia perkuliahan di sebuah universitas dan sebuah akademi kejuruan. Tetapi, keinginan untuk segera bekerja membuatnya meninggalkan bangku  kuliah dan terjun langsung sebagai pegawai negeri sipil di sebuah instansi pemerintahan di Palembang. Merasa tidak bisa berkembang apabila terus tinggal di daerah membuatnya mengambil keputusan untuk hijrah ke Jakarta pada tahun 1980. Di Jakarta ia mendapat pekerjaan di sebuah perusahaan asing.

Setelah bekerja selama 8 tahun ia memutuskan untuk keluar dari perusahaan tersebut. Tahun 1988 Zhery kembali bergabung di sebuah instansi pemerintah di Pamulang, Tangerang, Banten.  Namun lagi-lagi ia memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya karena ingin untuk menyekolahkan anak-anaknya di lembaga pendidikan yang berkualitas. Hal yang  menurutnya sulit terwujud selama ia masih berstatus sebagai PNS. Tahun 2000 Zhery memutuskan keluar dan kemudian ia mengenal dunia MLM.

Sebelumnya dunia MLM tidak pernah terbayangkan di benak ibu 4 anak ini. Keinginan untuk memberikan yang terbaik untuk keluarganya lah yang mendorongnya terjun ke  bisnis MLM. Awal karirnya di dunia MLM tergolong mulus. Ia mampu meraih peringkat bergengsi dan menerima beberapa penghargaan. Namun lagi-lagi nasib berkata lain, saat  hidupnya mulai berkecukupan, perusahaan tempatnya bernaung mengalami masalah. Ia pun memutuskan keluar beliau dari tempat tersebut.

Saat kondisi perekonomian keluarga mengalami pasang surut, seorang teman lama, Ir. Irwansyah, datang untuk menawarkan bisnis MLM baru. Pengalaman pahit dengan  perusahan sebelumnya membuat Zhery melakukan analisa terhadap masa depan perusahaan ini, mulai dari produk, manajemen perusahan, support system hingga pemimpin perusahaan.

Awal perjalanan bisnisnya mendapat banyak tantangan dan rintangan, namun tekad dan impian yang kuat mampu mengikis perasaan gundah tersebut. Berbagai pulau dikunjungi untuk membangun jaringan, mulai dari pulau-pulau besar sampai pulau-pulau kecil disinggahinya untuk memperkenalkan produk K-LINK.

“Saya berani mengunjungi pulau-pulau yang terpencil karena ingin memperkenalkan produk K-LINK. Saya ingin masyarakat disana bisa merasakan khasiatnya dan bisa meraih  kesuksesan bersama”, tuturnya bersemangat.

Dalam waktu empat tahun bersama K-Link, kesuksesan demi kesuksesan telah diraihnya. “Kemenangan dapat diraih oleh setiap orang yang benar-benar berjuang di K-Link tanpa harus mengalahkan orang lain. Yang membedakan hanya seberapa kuat impian Anda, seberapa yakin Anda menjalankan bisnis ini, dan seberapa besar kepercayaan Anda terhadap upline”, tegasnya.

Kini, semua mimpinya telah terwujud. Peringkat bergengsi, masuk dalam jajaran elite K-System, rumah yang megah, kendaraan yang bisa membantu mobilitasnya, serta kebebasan waktu dan finansial. Tak ketinggalan mimpi besarnya: mendapatkan pendidikan terbaik untuk anak-anak tercintanya.

Jalan berliku menuju kesuksesan hidup juga dialami Harsono. Selama 21 tahun dia tinggal di daerah tandus di Kecamatan Bayat, Klaten, Jawa Tengah. Berbekal tekad kuat, Harsono merantau ke Bandung untuk meraih impiannya, hidup lebih baik.

Namun di Bandung, Harsono sulit mendapat pekerjaan. Dia pun kemudian nekat merantau ke kota Metropolitan Jakarta. Selama di Jakarta Harsono bekerja apa saja, mulai dari tukang cat di perusahaan reklame, perusahaan fiberglass hingga karyawan kontrak sebuah perusahaan swasta selama 4 tahun. Malang tidak dapat ditolak ketika krisis moneter tahun 1997, Harsono menjadi salah satu karyawan yang terkena PHK.

Saat kebingungan bagaimana harus memberikan nafkah anak dan istrinya, tercetus ide untuk memulai usaha. Ia berjualan beras dari Karawang ke Jakarta, tapi kurangnya ilmu menyebabkan usaha ini hanya bertahan 3 tahun dan meninggalkan banyak hutang. Masalah keluarga datang silih berganti sampai akhirnya dipertemukan dengan Ibnu Hajar yang memperkenalkan bisnis K-LINK. Tanpa banyak berpikir, Harsono bergabung dan berjuang di bisnis K-LINK.

Saking bersemangatnya, semua kerja keras suami Evi Luthfiana ini tidak didasari oleh system yang benar sehingga kurang maksimal. Sampai akhirnya ia memutuskan untuk serius dan mengikuti K-System. Awalnya semua penolakan dari orang-orang terdekat menjadi hambatan dan banyak leader yang belum terlihat sukses.

“Bermodalkan kejujuran dan kesabaran, saya terus berusaha tanpa henti. Dan saat ini saya sudah berada di peringkat CA (Crown Ambasador). Sebagian impian saya untuk membahagian keluarga sudah bisa saya wujudkan,” ungkapnya.

K-Link Indonesia Telah Menjangkau Seluruh Provinsi

Multi Level Marketing atau MLM belakangan ini banyak dijadikan alternatif mencari penghasilan tambahan. Tak sedikit orang meraih sukses lewat bisnis ini. Kerja keras  dan semangat menjadi kunci utamanya.

Banyak orang, mulai dari pegawai, wiraswastawan, hingga ibu rumah tangga memanfaatkan waktu luangnya untuk berbisnis MLM. Namun sebelum menerjuni bisnis ini, anda  sebaiknya tahu apa itu MLM?

MLM adalah sebuah bisnis pemasaran atas suatu produk yang dilakukan melalui banyak tingkatan atau level, yang sering disebut dengan up-line (tingkat atas) dan  down-line (tingkat bawah). Gampangnya, sistem pemasaran dan penjualan atas suatu produk dengan menggunakan sistem jaringan atau networking. Up-line diharuskan untuk  mencari down-line sebanyak-banyaknya agar mendapatkan bonus yang berlipat.

Di Indonesia, bisnis MLM makin berkembang dengan pesat dari tahun ke tahun yang menunjukkan bisnis ini mempunyai prospek yang cukup cerah di Indonesia. Alasannya,  makin berkembangnya naluri wirausaha saat ini membuat orang berlomba-lomba bekerja keras untuk masa depan yang lebih baik. Kemudian budaya persahabatan dan networking  di Indonesia memungkinkan bisnis MLM yang tumbuh dari jaringan dapat berkembang pesat.

Faktor pendukung lain di tengah jumlah pengangguran di Indonesia yang semakin  membengkak, bisnis MLM ini bisa menjadi solusi karena mampu menciptakan kesempatan kerja yang luas.

Uniknya, bisnis MLM tidak seperti bisnis lainnya yang membutuhkan modal yang besar dan kemampuan yang tinggi. Setiap orang dari latar belakang apa pun dapat menjalankan bisnis ini. Karena suatu manajemen yang mengelola MLM biasanya akan memberikan tambahan pengetahuan bagi anggotanya, baik itu berupa seminar, maupun  pelatihan langsung mengenai teknik-teknik pemasaran untuk menjalankan bisnis tersebut.

Saat ini ada banyak jenis MLM. Semua menjanjikan kesuksesan luar biasa bagi anggotanya. Padahal kenyataannya, tidak selalu demikian. Banyak orang yang gagal dalam  bisnis ini. Bahkan tidak sedikit yang menanggung kerugian karena tertipu dan sebagainya. Karena itu, anda harus hati-hati dalam memilih bisnis MLM agar tidak menyesal  di kemudian hari.

Ada berapa hal yang perlu anda simak dalam memilih perusahaan MLM. Pertama, pilihlah perusahaan MLM yang tergabung dalam APLI (Asosiasi Penjual Langsung Indonesia).  APLI adalah sebuah asosiasi yang mewadahi berbagai perusahaan MLM. Belum bakunya aturan hukum di Indonesia dalam mengatur penjualan langsung juga mendorong kebutuhan  di antara perusahaan MLM menciptakan bersama aturan dan kode etik yang disepakati bersama. Perusahaan yang ingin bergabung dengan APLI harus memenuhi sejumlah  persyaratan dan mendapat sertifikasi.

Mereka yang yang menjadi anggota APLI hanyalah perusahaan yang dianggap betul-betul memenuhi syarat sebagai perusahaan penjual langsung. Karena itulah, lewat APLI,  kita juga bisa mengenali mana perusahaan yang MLM dan yang bukan. Maklum, saat ini juga ada banyak perusahaan yang bukan MLM, tetapi ikut mengaku-aku sebagai MLM untuk  menarik dana dari masyarakat. Hati-hati lho akan hal ini.

Selanjutnya pilihlah perusahaan yang tidak hanya menawarkan barang dan jasa yang seragam. Pilihlah perusahaan MLM yang memiliki aneka ragam barang dan jasa untuk  ditawarkan. Dan yang terpenting, memiliki jaminan atas kualitas barang dan jasa yang dijualnya agar bisa ditukar apabila tidak sesuai dengan kualitas yang sebenarnya.

Pilihlah perusahaan yang para distributornya memiliki sistem keberhasilan untuk bisa sukses, di mana sistem tersebut sebaiknya harus sudah teruji dan terbukti mampu  mencetak banyak orang menjadi berhasil. Idealnya, sistem tersebut hendaknya bisa dijalankan oleh orang dari berbagai macam latar belakang usia, pekerjaan, pendidikan,  jenis kelamin, bahkan oleh mereka yang tidak pernah berbisnis sama sekali.

Sistem yang baik biasanya juga menyediakan alat-alat bantu usaha, seperti buku-buku  kepribadian, kaset-kaset yang memberikan motivasi dan teknik, serta pertemuan-pertemuan yang bisa dihadiri. Jika ada perusahaan MLM yang menawarkan janji manis hasil  besar tanpa harus kerja keras, sebaiknya Anda tinggalkan saja.

Perlu diperhatikan pula, perusahaan MLM bonafide atau tidak adalah dengan melihat apakah perusahaan tersebut diterima secara nasional sistem bisnisnya. Lebih baik lagi, jika memiliki global network di sejumlah negara. Biasanya, mereka juga akan mengutarakan visi-misinya bagi kesejahteraan perusahaan dan jaringan distributornya.

Salah satu perusahaan yang ikut meramaikan bisnis MLM di tanah air adalah PT K-Link Indonesia. Perusahaan ini merupakan bagian dari K-Link Internasional yang tersebar di 25 negara di Asia, Australia, Eropa, Afrika dan Amerika.

PT K-Link Indonesia telah menjangkau seluruh provinsi. Dampak bagi penyerapan tenaga kerja sangat luar biasa. Lebih dari 1 juta orang kini menjadi wirausahawan produk K-Link. Sekitar 1000 orang telah berpenghasilan Rp 10 juta per bulan dan sekitar 20 orang telah berpenghasilan lebih dari Rp 100 juta per bulan.

Ada banyak hal yang menyebabkan K-Link dapat berkembang sedemikian pesat dan mudah diterima siapapun. Salah satunya, K-Link memiliki semua persyaratan sebuah perusahaan MLM yang baik sebagaimana dijelaskan di atas.

K-Link Indonesia telah terdaftar sebagai salah satu perusahaan MLM pada Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) sejak tahun 2003. Hal ini menunjukkan K-Link merupakan perusahaan MLM murni dan tidak melakukan praktik-praktik money game ataupun skema piramida.

Perusahaan ini memiliki sistem suport yang sangat handal yang biasa disebut sebagai K-System (Knowledge System). K-System merupakan alat dan sarana yang bisa digunakan  setiap distributor K-Link untuk mencapai peringkat tertinggi dan mendapatkan penghasilan yang diharapkan.

K-System berisikan pertemuan-pertemuan penting atau  pelatihan-pelatihan yang perlu diikuti oleh setiap distributor K-Link. Melalui K-System setiap distributor akan memiliki motivasi yang tetap kuat, dapat membuat  strategi dan memahami lebih dalam bagaimana cara menjalankan bisnis K-Link.

“Selain sistem support yang handal, K-Link juga memiliki marketing plan yang baik dan sudah teruji bisa mengantarkan distributor-distributornya ke peringkat tertinggi  dan meraih penghasilan yang jauh di atas rata-rata kebanyakan orang. Selama berkiprah di Indonesia, K-Link telah berhasil mencetak distributor-distributor berperingkat  tertinggi tidak saja di Indonesia melainkan scope K-Link International,” kata Presiden Direktur K-Link Indonesia, Dr MD Radzi Saleh.

Radzi menjelaskan, prestasi K-Link Indonesia jauh di atas perkembangan K-Link di negara-negara lainnya. 10 dari 12 Royal Crown Ambassador K-Link internasional berasal dari Indonesia. Royal Ambassador adalah peringkat tertinggi dalam bisnis ini. Missi K-Link Indonesia untuk melahirkan 100 orang Crown Ambassador pada tahun 2010, telah dicapai pada akhir tahun 2007.

Sebelumnya peringkat tertinggi di K-Link adalah Crown Ambasador (CA), adapun peringkat RCA & SCA diadakan untuk memfasilitasi distributor-distributor mancanegara yang  ingin berpenghasilan lebih tinggi lagi. Namun lagi-lagi yang mencapai peringkat tertinggi tersebut datang dari distributor-distributor berkewarganegaraan Indonesia.

“Ini menunjukkan marketing plan dibuat seadil-adilnya dan siapapun yang bekerja sesuai sistem maka dia akan mendapatkan hasil yang jauh lebih baik. Silakan bandingkan  dengan perusahaan MLM lain yang sejenis. Kalau ada yang mengatakan bahwa di perusahaan MLM yang lain belum ada yang mencapai peringkat tertinggi dengan alasan itu satu  kesempatan bagi yang masuk perusahaan tersebut, maka sebenarnya kita dituntut untuk kembali mempertimbangkan apakah memang betul marketing plan tersebut di-desain  untuk distributor?” ungkap Radzi.

Masih menurut Radzi, PT K-Link Indonesia juga telah mendapat sertifikat sertifikat MLM syariah dari Dewan Syariah Nasional (DSN)-MUI. Radzi yakin hal ini akan  berdampak besar bagi peningkatan kinerja perusahaannya.

“Dengan adanya sertifikat syariah, kami optimistis pertumbuhan akan positif. Jumlah omset dan produk K-Link Indonesia juga akan meningkat pesat,” kata Radzi.

Menurutnya, optimisme tersebut tak berlebihan karena adanya kepastian produk yang diperdagangkan halal dan prinsip usahanya tidak eksploitatif. Untuk memastikan  prinsip usahanya sesuai syariah, K-Link Indonesia pun membentuk Dewan Pengawas Syariah (DPS). Namun demikian, lanjut Radzi, sertifikasi syariah ini tak membuat K-Link  terbatas pada umat Muslim saja, tetapi juga kepada masyarakat non- Muslim. (advertorial)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s