Hipertensi di Usia Muda, Bagaimana mencegahnya


Hari ini saya kedatangan pasien yang masih muda, perempuan usia sekitar 27 Tahun, setelah diukur ternyata tekanan darahnya tinggi, 160 mmHg untuk sistolik dan 100 mmHg diastolik. Saya sampai mengukurnya beberapa kali dengan dua tensi yang berbeda agar lebih yakin. Untuk diketahui, tekanan darah normal adalah sistolik antara 80-130 dan diastolik 60-80 mmHg, di atas itu dikatakan hipertensi. Setelah anamnesa ternyata kedua orang tua perempuan ini juga menderita hipertensi. Hypertension dan Diabetes merupakan penyakit bawaan yang diturunkan.

Hipertensi biasanya ditemukan pada orang tua, usia di atas 40 tahun. Meskipun kasusnya tidak sebanyak pada usia tua, hipertensi di golongan usia muda kini semakin mudah kita temui, salah satu contohnya pasien di atas. Modernisasi, perubahan gaya hidup, tingginya stress emosional dan lingkungan mempengaruhi tingginya jumlah penderita di usia muda belakangan ini.

Gejala hipertensi pada usia muda tidak ada bedanya dengan gejala yang dirasakan oleh penderita hipertensi usia tua. Gejalanya bisa dari ‘tak bergejala’ alias pasien tidak merasakan ada kelainan apa-apa -makanya hipertensi disebut dengan ‘silent killer‘- sampai gejala seperti sakit kepala ringan. Gejala yang lebih berat bisa berupa mual dan muntah, anxiety atau gelisah, fatigue atau lemas, gangguan pada penglihatan sampai angina-like pain (nyeri dada seperti angina pectoris pada penderita penyakit jantung).

Hipertensinya sendiri sebenarnya ‘tidak berbahaya’, dalam artian pengaruh langsungnya paling hanya sakit kepala atau pusing. Yang berbahaya dari hipertensi adalah komplikasinya karena bila ‘dipelihara’ dalam waktu lama dan tidak ditangani hipertensi bisa mengganggu/merusak organ tubuh yang lain seperti ginjal, jantung, mata dan sistem saraf. Yang ditakutkan adalah stroke yang diakibatkan oleh hipertensinya atau panyakit jantung dan ginjal akibat hipertensinya. Oleh karena itu tekanan darah pada penderita hipertensi mesti dikontrol. Dikontrol agar tekanan darahnya dalam batas yang normal sehingga tidak sampai merusak organ lain atau mengakibatkan efek yang berbahaya seperti stroke.

Bagaimana mengobati hipertensi

Hipertensi diobati dengan obat-obat anti-hypertension seperti ACE inhibitor, beta blocker, ca-channel blocker, vasodilator dan atau diuretic. Dokter akan memberikan terapi/obat yang tepat sesuai dengan keadaan pasien saat berkunjung.

Perubahan gaya hidup untuk mencegah hipertensi

Untuk mencegah hipertensi -seperti mencegah diabetes– perubahan gaya hidup adalah sangat penting. Olahraga yang teratur, hindari overweight dan obesitas dengan tetap menjaga berat badan dibatas yang ideal, konsumsi makanan yang sehat, menghindari fast food, makanan yang banyak mengandung lemak, kolesterol, lemak jenuh, banyak gula dan garam. Hindari minuman beralkohol, merokok serta lebih banyak mengkonsumsi serat, sayuran dan buah. Satu piring nasi yang sebelumnya kita konsumsi nasinya dikurangi, dijadikan setengahnya saja, nah setengah porsi yang kita kurangi tadi diganti dengan sayur dan buah. Artinya sayur dan buahnya jadi lebih banyak. Telur misalnya dikonsumsi hanya maksimal tiga biji perminggunya, hindari makan jeroan, dll. Dan yang tak kalah penting adalah hindari stress dan jalani hidup dengan relax. Hidup boleh serius tapi kepala tetap dingin dan berpikir rasional.

Yang jelas, ketika kita -yang mungkin masih muda- didiagnosa oleh dokter hipertensi, ini bukan akhir dari hidup kita. Kita tetap masih bisa menikmati hidup dan bersyukur dengan mengaturnya. Hidup sehat adalah pilihan dan bukanlah sesuatu yang sukar dijalani.

One thought on “Hipertensi di Usia Muda, Bagaimana mencegahnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s