Benarkah Bisnis Konvensional adalah Bisnis yang PASTI ?


Hampir setiap orang mengatakan bahwa bisnis konvensional, seperti halnya warung, penjual bakso, penjual sate, penjual pulsa, penjual handphone, dan lain-lain adalah bisnis yang PASTI dibandingkan dengan bisnis jaringan. Benarkah?? Bagaimana pembuktiannya??

Pembuktian:

Amin berwirausaha warung, Amin mempromosikan kopi hitam kepada tetangganya Budi. Dan akhirnya Budi menjadi pelanggan tetap kopi hitam di warung Amin. Namun bisa dipastikan bahwa Budi bisa membeli kopi hitam itu di tempat lain, seperti toko, mall, atau supermarket. Bila Budi menceritakan lagi tentang kopi hitam yang ia konsumsi kepada Si Cecep, temannya yang lain, dan Cecep pun menjadi pelanggan tetap kopi hitam tadi, maka apakah akan menjamin Cecep akan sengaja jauh-jauh membeli kopi hitam itu ke warung Amin? Tentu tidak kan!

Banyak kemungkinan yang merubah keputusan si pembeli. Artinya bisnis/usaha yang dijalankan Amin itu belum lah PASTI, walaupun kita yang pertama kali mempromosikan. Namun berbeda dengan bisnis K-Link yang JELAS PASTI-nya. Saat anda mempunyai pelanggan produk yang bertempat tinggal dimana pun, walaupun mereka membeli produk K-Link di luar negeri, maka SUDAH PASTI pembelian itu termasuk dalam omzet anda, atau sama saja mereka membeli dengan anda. Sebab ketika anda berbisnis dengan K-Link, secara tidak sadar anda telah membuka kantor cabang di 33 provinsi di Indonesia dan membuka cabang di lebih dari 60 negara.

C’mon Dude,,, Open Your Mind !!!! J

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s